Situ Habibi, Mutiara Tersembunyi di Selatan Sukabumi

Situ Habibi, Mutiara Tersembunyi di Selatan Sukabumi

WGJ Konpel Sukabumi
Editor: WGJ RAB

 

SUKABUMI, WARTAGEMURUH.COM — Wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi memang kaya akan pesona alamnya yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari pesona pantai, air terjun dan potensi lainnya yang sudah menjadi obyek wisata yang sudah banyak orang ketahui.

Dari sekian banyak destinasi wisata di wilayah Selatan Sukabumi, ada satu destinasi yang mungkin belum banyak orang ketahui. Destinasi wisata itu merupakan Situ (=danau) Habibi yang terletak di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dari hasil penelusuran tim wartagemuruh, ternyata Situ Habibi merupakan situ/danau buatan. Situ itu dibuat oleh tokoh masyarakat setempat yang cukup termasyhur, yakni H. Habibi (Alm.) dan dibuat di atas lahan miliknya sendiri.

Menurut anak sulung Habibi (Alm.), yakni Hj. Tini menjelaskan, Almarhum membuat Situ tersebut untuk kepentingan masyarakat sekitar yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber mata air disaat musim kemarau.

“Almarhum buat situ itu untuk masyarakat sekitar. Kalau musim kemarau masyarakat disana suka kesulitan air. Setelah Situ itu ada, saat kemarau Situ itu jadi salah satu sumber mata air bagi masyarakat setempat,” kata Hj. Tini, ditemui di rumahnya di Surade, Minggu (6/6/2021) malam.

Selain itu, Hj. Tini melanjutkan, dengan dibangunnya Situ tersebut juga membuka akses jalan bagi warga masyarakat setempat.

 

Hj. Tini (Salah satu ahli waris Situ Habibi)

“Warga disana juga jadi mudah kalau mau kemana-mana. Bahkan ke Pantai Minajaya pun juga jadi gampang karena ada akses jalan seiring situ itu dibuat oleh almarhum,” ungkapnya.

“Situ itu juga punya bendungannya juga, airnya air payau dan ditanamin banyak ikan. Nggak sedikit orang mancing disana dan terapi pake air Situ itu, karena airnya kan air payau. Banyak orang pake air payau untuk terapi atau berobat. Karena banyak diyakini bahwa air payau punya banyak manfaat, terutama untuk kesehatan,” lanjutnya.

Dari penamaannya, Situ Habibi diambil dari nama pemilik dan pembuat Situ itu sendiri, yakni H. Habibi. Pengambilan nama Situ Habibi sendiri juga muncul dari masyarakat setempat yang menamainya sendiri Situ tersebut dengan Situ Habibi.

Dijelaskan Hj. Tini, bahwa almarhum ayahandanya sebelum meninggal pernah berwasiat untuk tidak menjual lahan dan Situ tersebut.

“Almarhum sebelum meninggal pernah berwasiat untuk tidak menjual Situ dan lahan tersebut. Tujuan almarhum membuat situ tersebut untuk kebermanfaatan masyarakat dan berharap menjadi wasilah kebaikan yang bisa menyelamatkannya di yaumil akhir kelak,” tuturnya.

Sebagai salah satu ahli waris, Hj. Tini membeberkan harapannya ke depan bahwa pihaknya ingin mengembangkan potensi Situ tersebut menjadi destinasi wisata seiring potensinya yang luar biasa dimana pengunjung bisa menikmati suasana alam, danau/situ sekaligus pantai.

“Mudah-mudahan ada rezekinya, baik dari pribadi atau keluarga maupun ada pihak-pihak yang siap bekerjasama dan berkomitmen tidak memutus nilai-nilai kebermanfaatan Situ tersebut untuk masyarakat sejak Situ Habibi itu ada,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *