Pusdalops Disdamkar Garut Tangani Tiga Insiden Kebakaran Dalam Satu Hari

Pusdalops Disdamkar Garut Tangani Tiga Insiden Kebakaran Dalam Satu Hari

WGJ Bulan Tresyana

 

GARUT,WARTAGEMURUH.COM– Insiden kebakaran tidak mengenal waktu, tempat, dan cuaca. Pusdalops Damkar Kabupaten Garut harus siap siaga, penyebab kebakaran rata-rata dari perilaku manusia (kelalaian). Kebakaran  tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaan mengenai faktor penyebabnya.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut dalam sehari tangani tiga insiden kebakaran di tiga lokasi berbeda.

Kasi Non Kebakaran Disdamkar Kabupaten Garut, Dadan Wandani, mengatakan setelah kejadian dua lokasi kebakaran dini hari tadi di Cikelet dan Cilawu, Pusdalops UPT Wil I Limbangan menangani lokasi kebakaran di Kp. Kayujati Rt.  002/008 Desa Sirnasari, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.

“Disdamkar mengirimkan dua unit kendaraan, satu unit kendaraan Pancar dan satu Unit Kendaraan Water Supply. Informasi yang dihimpun berdasar laporan kejadian pada pukul 13.50 WIB, tim dengan Danru 1 Wahyu tiba dilokasi (respon time) 15 menit tepatnya pukul 14.05 WIB. Sementara ini dilaporkan objek yang terbakar  adalah bangunan Madrasah (Al-Muhajirin),” jelas Dadan. Rabu malam (28/07/2021).

Dilaporkan, pukul 14: 35 WIB Pemadaman dan investigasi telah selesai, situasi dinyatakan aman, dan Tim melakukan pengecekan peralatan, balik kanan mako disdamkar dan melanjutkan piket kesiap siagaan.

  • Kerugian terselamatkan yang dilaporkan;
    Rumah permanen milik Kepala Madrasah, Ibu Ayi Maryam (34), Luas tanah bangunan Madrasah -+ 98 m², Nominal : -+ Rp 200.000.000
  • Bangunan permanen Bpk. Engkus (60), Luas Tanah Bangunan (-+ 140 m²), Terbakar             Bagian Dinding dan Atap bagian Samping, Nominal -+ 3.000.000
  • Banguan permanen milik Ibu Heni (42), Luas tanah bangunan 98 m², Nominal : -+ Rp   250.000.000

Dilaporkan Danru 1 Wahyu, tidak ada korban meninggal ataupun luka-luka. Sementara instansi yang membantu menangani dilapangan melibatkan Polsek dan warga setempat.

Menurut keterangan warga, kronologis kejadian api terlihat sudah membesar di bangunan madrasah, penyebab masih belum diketahui hingga saat ini. Kemudian kejadian ini dilaporkan ke Disdamkar untuk ditangani.

Diketahui sebelumnya, Kepala Bidang Operasi dan Penyelamatan Disdamkar Garut, Wawan Sobarwan laporan pertama ia terima dari Polsek Cikelet sekitar pukul 00.13 WIB adanya dua unit ruko yang dimiliki Entis (47) dengan ukuran masing-masing 25 m terbakar pada bagian atap.

Petugas dari UPT (Unit Pelaksana Teknis) Disdamkar wilayah III Pameungpeuk bersama 1 unit kendaraan, sehingga berselang 1 jam kemudian api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman.

Akibat dari peristiwa ini, pemilik menelan kerugian sekitar 7 juta rupiah. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Selain itu, 1 unit rumah dan 1 unit ruko dapat terselamatkan. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Sedangkan di tempat lain, pihaknya mendapat informasi dari salah seorang warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu, di mana dilaporkan 1 unit rumah permanen terbakar sekitar pukul 01.55 WIB. Seperti halnya di Cikelet, Rumah milik Iyan (55) dengan luas sekitar 560 m² terbakar juga pada bagian atapnya. Petugas Markas Komando Disdamkar Garut menurunkan 2 unit kendaraan Pemadam, terdiri dari 1 unit pancar dan 1 unit water supply.

Petugas memerlukan waktu sekitar 2 jam hingga akhirnya situasi dinyatakan terkendali. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai 120 juta rupiah. Terdapat 4 bangunan permanen yang beruntung bisa terselamatkan. Sementara untuk penyebab kejadian ini masih belum diketahui.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *