PPK dan ULP Mundur, Ketua Kadin Garut: Kita Butuh Suasana Kondusif yang ‘On The Track’ Bangun Garut

PPK dan ULP Mundur, Ketua Kadin Garut: Kita Butuh Suasana Kondusif yang ‘On The Track’ Bangun Garut

WGJ: Bulan
Editor: Wijaya Soma

GARUT, WARTAGEMURUH.COM– Memang sangat memprihatinkan, di tengah pandemi Covid-19, di saat kita tengah bersepakat bersama untuk bereaksi keras melakukan perlawanan terhadap Covid-19 dan berusaha melakukan pemulihan ekonomi serta segala dampak yang ditimbulkannya, tiba-tiba saja sejumlah  perangkat daerah yang menjabat sebagai PPK dan ULP, selaku ujung tombak pengadaan barang dan jasa, mengundurkan diri dari jabatannya.

Demikian Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Garut, Yudi Nugraha Lasminingrat, mengungkapkan rasa prihatinnya atas fenomena ketidak-kondusifan yang terjadi di Pemkab Garut.

“Saya merasa prihatin atas kekisruhan yang terjadi di Pemkab Garut,” ujar Yudi. Jum’at (09/05/2021).

Diharapkan Yudi, permasalahan tersebut tidak berdampak pada kondusifitas pembangunan dan pemulihan ekonomi di masa Covid-19 ini.

Menurut Yudi, kekisruhan tersebut tentu akan sangat berdampak bagi proses dan laju penyerapan anggaran, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur serta pengadaan barang dan jasa lainnya.

“Disisi lain, saya memahami suasana kebatinan para pejabat tersebut yang sedikit merasa terganggu dan shock akibat adanya upaya kontrol dini atau tindakan preventif maupun yang bersifat post vactum, akibat dari beberapa kegiatan yang terindikasi bermasalah dan merugikan negara,” papar dia.

Kemudian, lanjut Yudi, adanya pemanggilan yang intensif oleh APH, dalam hal ini Polres Garut,  mengakibatkan fear factor atau faktor ketakutan yang berlebihan dari para pejabat pengadaan.

“Pada akhirnya memilih zona aman untuk mengundurkan diri dan tidak terlibat dalam fungsi dan tugas sebagai pejabat pengadaan,” tutur Yudi.

“Sejatinya pula kejadian ini tidak akan terjadi apabila para ASN tersebut dilandasi jiwa profesional apalagi setiap ASN terikat sumpah dan janji terhadap jabatanya,” sambung dia.

Pada sisi lainnya, Yudi juga melihat bahwa tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan oleh APH sepanjang itu dalam koridor UU dan tupoksi.

“Apalagi yang dilakukannya merupakan tindakan preventif yang justru sangat membantu,  badapat menyelamatkan para pejabat pengadaan agar terhindar dari perbuatan melawan hukum (PMH),” jelas Yudi.

Oleh karena itu, sambung Yudi, sepanjang semua dibaca dalam kontek positif thinking. Dan masing-masing instansi melakukan pelaksanaan kegiatan sesuai  UU dan tupoksinya secara baik, benar, dan profesional serta dapat dipertanggung jawabkan, mungkin tidak akan ada mispresepsi yang mengakibatkan letupan-letupan protes oleh pejabat pengadaan yang akan menimbukkan preseden buruk bagi Pemda Garut.

“Namun hal itu, seolah mengisyaratkan adanya opini abuse of power dari pihak APH yang dianggap intervensi berlebihan sehingga atas aksi dan reaksi tersebut menimbulkan inkondusifitas dan disharmoni antar-stakeholder atau pemangku kebijakan,” terang dia.

Dikatakan Yudi, sebagai pihak yang sangat berkepentingan terhadap proses pembangunan yang baik, lancar, propesional, transfaran dan akuntable, pihaknya berharap pristiwa seperti itu tidak tejadi lagi.

“Sejatinya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan secara baik dan bijaksana apalagi dilakukan dengan pendekatan humanis, dialogis, komunikatif dan transparan dalam suasana kekeluargaan dan musyawarah,” tandas Yudi.

Ditegaskan Yudi pula, pembangunan di Kabupaten Garut sangat bermanfaat dan diharapkan semua pihak.

“Dengan tidak meninggalkan masalah dan salah paham, mari kita perbanyak ruang komunikasi dan duduk bareng, bercengkrama dikelilingi suasana indah pengunungan Kota Garut disertai sajian kopi hitam Garut yang sedap dan mendunia,”

“Ke depan mari kita perbanyak ruang dialog dalam suasana kekeluargaan yang dapat mendorong terciptanya kondusifitas dan harmoni antar-elemen dan stakeholder pembangunan di Kabupaten Garut,” tambah Yudi memungkas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *