Peresmian Panas Bumi Sumur Ckk-01 Sukabumi Diresmikan Menteri ESDM

Peresmian Panas Bumi Sumur Ckk-01 Sukabumi Diresmikan Menteri ESDM

WGJ Bulan


SUKABUMI,WARTAGEMURUH.COM–
Tajak/Spud-in pengeboran Slim Hole panas bumi sumur CKK-01 menggunakan rig hidrolik Lemigas di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi telah diresmikan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pengeboran sumur panas bumi dengan mekanisme government drilling yang dibiayai APBN yang bertujuan membuktikan sumber daya yang teridentifikasi sekitar 45 MWe pada kelas cadangan ini, menghasilkan tingkat akurasi data lebih baik. Hasilnya diharapkan akan mengurangi tingkat resiko di sisi hulu dan menurunkan harga listrik, sehingga dapat bersaing dengan energi lainnya.

“Saya berharap pengeboran dapat mengoptimalkan sumber daya energi yang ada didaerah ini supaya bisa dimanfaatkan dan bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat kedepan dan untuk mendukung program menuju energi bersih dan terbarukan serta energi yang bebas karbon,” ungkap Menteri ESDM Aripin Tasrif pada peresmian Pelaksanaan Tajak Pengeboran Slim Hole CKK-01. Jumat (03/09/2021).

Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman SH. MM., yang mendampingi Kunker Menteri ESDM,  menyampaikan apresiasi kepada Kementerian  yang melaksanakan tajak pengeboran Slim Hole CKK-01 tersebut.

“Langkah-langkah seperti itu merupakan kinerja yang luar biasa dari jajaran Kementerian ESDM. Oleh karenanya, kami mendukung, dengan catatan tetap memperhatikan kearifan lokal, kelestarian sumber daya hayati, kelestarian budaya, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Kegiatan ekplorasi panas bumi ini diharapkan mampu menarik banyaknya investor yang konsisten berinvestasi serta dapat memberikan manfaat dan bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya, Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM Eko Budi Lelono, telah melaporkan bahwa tujuan pengeboran ialah mengidentifikasi Sumber daya panas bumi yang ada di wilayah Cikakak.

“Target pengeboran ialah 2000 M dengan estimasi waktu 70-80 hari. Pengeboran ini bertujuan untuk Menghasilkan tingkat akurasi data yang baik sehingga mengurangi resiko disisi hulu dan menurunkan harga listrik sehingga kedepannya bisa bersaing dengan energi lain,” Eko memungkas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *