Kementerian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Program Strategis di Kabupaten Purwakarta

Kementerian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Program Strategis di Kabupaten Purwakarta

WGJ RDA Konpel Purwakarta
Editor Wijaya Soma

PURWAKARTA, WARTAGEMURUH.COM– Bertempat di Prime Plaza Hotel  Blok L, kota bukit Indah, Bungur Sari, Purwakarta, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyelenggarakan Sosialisasi Program Strategis di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Selasa (09/11/2021)

Disebutkan salah seorang pengurus DPD Partai Nasdem Purwakarta, Yogi Faisal, kegiatan tersebut merupakan agenda Ketua DPW Partai NasDem Jawa barat, Saan Mustopa, dengan Kementrian ATR/BPN.

Diimbau Yogi dalam surat undangan yang dia tandatangani, pengurus DPD dan DPC Partai Nasdem Purwakarta untuk hadir pada acara tersebut.

Selain 50 orang DPD dan DPC Partai Nasdem Purwakarta, hadir hadir dalam kesempatan itu Staf Ahli Menteri ATR/BPN, Taufik; Kanwil BPN, Tedi; Kakanwil BPN Purwakarta, Dedi; Wakil Ketua Komisi II, Saan Mustofa; Staf Ahli Komisi II, Dian; Ketua DPD Partai Nasdem Purwakarta, Luthfi Bamala; AMD; dan Ketua DPD Gemuruh Nasdem Purwakarta, Nurmaya alias Ratu Dewi Kirana.

Disampaikan Ketua DPD Gemuruh Nasdem Purwakarta, Ratu Dewi Kirana, berdasarkan catatan yang ada, Sosialisasi Program Strategis tersebut melingkupi penyusunan rencana tata ruang nasional; Reformasi agraria (legalisasi aset dan legalisasi akses); Pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL); Tranformasi digital; Pengadaan tanah; pengendalian tata ruang dan pertanahan; penyelesaian sengketa, konflik, dan perkara pertanahan.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi II, Saan Mustofa, menyampaikan harapannya terkait program Kementerian ATR/BPN terealisasi dengan baik; juga dia pun mengimbau, jika ingin memiliki sertifikat tanah agar mengikuti Program PTSL

“Ikutilah Program PTSL jika ingin memiliki sertifikat tanah,” ujar dia.

Pada sisi lainnya, disampaikan pihak Kementerian ATR/BPN, hingga kini masih terdapat banyak masalah terkait Sertifikat Wakaf.
Kendala Utama dari permasalahan tersebut dikarenakan banyaknya tanah wakaf yang belum dibuatkan Akta Ikrar Wakafnya.

Selanjutnya dikatakan, sertifikasi tanah Pemda menurut data per-8 November 2021, Capaian Program Sertifikasi Aset Pemda sampai dengan  tahun 2020 sebanyak 2.033 Bidang.

Terakhir, Staf Ahli ATR/BPN menyebutkan, diperlukan kolaborasi antar-sektor, antar-daerah, dan antar-disiplin ilmu dalam rangka sinergitas kebijakan dan strategi pelaksanaan program strategis Nasional.

“Sinergitas kebijakan dan strategi pelaksanaan Program strategis nasional perlu dilakukan kolaborasi antar-sektor, antar-daerah, dan antar-ulmu,” jelas dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *