GOW bersama Badan Perpustakaan Garut Gelar Lomba Bercerita Ibu-Ibu

GOW bersama Badan Perpustakaan Garut Gelar Lomba Bercerita Ibu-Ibu

WGJ Konpel Garut/LTG

GARUT, WARTAGEMURUH.COM– Gabungan Organisasi Wanita  (GOW) Kabupaten Garut bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut menggelar acara Lomba Bertutur atau Bercerita. bertempat di Gedung Lasminingrat Jl. A Yani Kabupaten Garut. Selasa (14/12/2021)

Disebutkan Ketua GOW Garut, Hj. Tin Martini, lomba bercerita yang mengusung tema Perjuangan Ibu di Tengah Arus Zaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasrat membaca, menyalurkan bakat dan kemampuan ibu-ibu dalam bercerita, baik yang dimotivasi pengalaman pribadi maupun orang lain.

Terpantau media, peserta yang turut serta berpartisipasi dalam lomba tersebut sebanyak 38 orang yang berasal dari 30 organisasi wanita di Kabupaten Garut.

Dalam sela-sela sambutan pembukaannya, Kepala Badan Perpustakaan Kabupaten Garut, Dra. Lisnawati, M.Si. mengajak para audiens untuk datang dan memanfaatkan pasilitas ada di Kantor Perpustakaan Garut.

Terkait pelaksanaan Perlombaan Bercerita, Lisnawati menuturkan, ada sosok wanita, Raden Ayu Lasminingrat, sebagai pelopor kemajuan wanita sunda asal Garut.

“Sosok Raden Ayu Lasminingrat sebagaimana kita ketahui adalah seorang pelopor kemajuan wanita sunda. Banyak penulis sejarah dan kesastraan yang menyebutnya sebagai tokoh perempuan intelektual pertama di Indonesia,” tutur dia.

Ditambahkan Lisnawati, peranan perempuan memiliki tantangan yang semakin berat; mulai dari adanya ketimpangan dalam kualitas sumber daya manusia, kemampuan literasi digital, hingga pemanfaatan digitalisasi bagi kesejahteraan.

“GOW berperan dalam pengembangan perempuan; mempunyai konsistensi dalam memperjuangkan peningkatan peran, kualitas dan wawasan kaum perempuan khususnya di Kabupaten Garut. Bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, GOW diharapkan untuk terus bekerjasama dan berkolaborasi, mendukung strategi dalam menumbuhkembangkan budaya literasi, mengkondisikan lingkungan fisik ramah literasi, mengupayakan lingkungan sosial dan afektif, mengupayakan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang mendukung gerakan literasi,” papar Lisnawati.

Pada bagian akhir sambutannya, Lisnawati mengimbau para Ibu untuk bersemangat meneruskan perjuangan para pendahulu.

“Kami menghimbau kepada ibu-ibu, marilah kita terus semangat meneruskan perjuangan para pendahulu kita. Perjuangan ibu masih panjang dan banyak tantangan yang harus dihadapi,” pungkas Lisnawati. (Ed. TG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *