Gerhana Bulan Total, Gema Takbir Berkumandang di Wilayah Sukabumi

Gerhana Bulan Total, Gema Takbir Berkumandang di Wilayah Sukabumi

WGJ Konpel Sukabumi
Editor: WGJ RAB

 

SUKABUMI, WARTAGEMURUH.COM — Fenomena gerhana bulan total (GBT) terjadi Rabu (26/5/2021) malam. Fenomena yang terjadi sekira pukul 18.30 WIB ini dapat disaksikan langsung di seluruh wilayah Indonesia.

Termasuk di Sukabumi, fenomena langka yang hanya terjadi setiap 195 tahun ini juga bisa disaksikan.

Bahkan, seakan-akan fenomena Super Blood Moon ini tak ingin dilewatkan untuk disaksikan oleh beberapa warga Sukabumi. Salah satunya Ujang, warga Cibeureum Kota Sukabumi juga ikut menyaksikan fenomena Super Blood Moon tersebut.

“Iya tadi saya lihat gerhananya. Rame juga, banyak yang ngomongin gerhana. Di postingan sosmed sama di status WA juga banyak yang bahas itu,” katanya.

Sementara, pria yang mengaku bernama Oniw, warga Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengaku juga tak ketinggalan menyaksikan fenomena tersebut bersama keluarganya.

“Tadi saya lihat gerhana sama keluarga di teras rumah sambil santai. Keluarga pada penasaran karena rame banyak ngomongin, termasuk saya. Apalagi keponakan saya tuh yang kecil, penasaran banget pengen tahu gerhana itu kayak gimana,” tuturnya.

Di tempat lain, warga yang tak ingin disebutkan namanya ini juga mengkonfirmasi melihat Super Blue Moon di daerah tempat tinggalnya di Surade, wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Iya liat, tapi cuma sekilas,” tulisnya, melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Kamis (27/5/2021) dini hari.

Terpantau wartagemuruh.com, saat GBT ini terjadi, hampir di setiap mesjid di wilayah Kota Sukabumi dikumandangkan takbir ketika peristiwa GBT atau Super Blood Mood itu terjadi. Bahkan ada juga beberapa masjid yang menggelar shalat gerhana.

Sekilas Tentang Super Blood Moon Diinformasikan, gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Ketika gerhana bulan total itu terjadi, posisi antara matahari, bumi, dan bulan sejajar sehingga membuat bulan masuk ke umbra bumi.

Akan tetapi, fenomena gerhana bulan yang terjadi malam tadi bukanlah gerhana bulan total biasa. Pada prosesnya, saat bulan berada di umbra bumi ketika puncak gerhana bulan total terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah yang terkenal dengan istilah Blood Moon.

Lalu, karena posisi bulan pada malam ini berada di posisi terdekat dengan bumi (Perigee), maka bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasanya, sehingga disebut dengan Super Moon.

Oleh karena itu, gerhana bulan total yang terjadi Rabu (26/5/2021) malam ini dikenal juga dengan Super Blood Moon (Bulan Merah Super) karena terjadi saat bulan di jarak terdekat dengan bumi (Perigee). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *